Monday, June 18, 2018

Dua Arti

Kenapa maunisa memliki watak atau karakter yang berbeda-beda?
Sehingga mempengaruhi sudut pandangnya dalam berpersepsi.

Sesuai dengan judulnya, bagi saya persepsi manusia pun bermacam-macam.
Yang saya maksudkan dua arti yaitu misalkan, sudut pandang pengertian "sabar". Mungkin sebagian orang mengartikannya sebagai "menunggu". Barangkali yang lainnya menyebutnya sama dengan "tabah".

Saya sendiri masih kurang mahir dalam memahami arti dari sabar dalam dua pengertian tadi. Memang seharusnya dapat diartikan sesuai kondisi dan situasi yang terjadi. Sebagai contohnya, jika sedang mangantre dalam deretan, sabar disini bisa diartikan untuk tetap tenang menunggu. Sedangkan untuk sabar dalam arti tabah, yaitu ketika mendapat ujian yang harus dilewati.

Dan bukan hanya dalam kata "sabar". Bahkan dalam sebuah kalimat, terlebih lagi pada suatu peristiwa. Menerka dan menyangka sulit menjadi fakta jika tanpa kesatuan persepsi yang berbeda-beda. 

Wednesday, June 13, 2018

Mudik

Lebaran tahun 2018, ada pelajaran yang bisa dihikmahkan..
Apa itu?
Soal "waktu"...



Nyatanya, hidup juga tentang tahapan.
Waktu adalah pelajaran tentang sabar.
Menunggu,
Bahwa ternyata, pada setiap doa yang dihajatkan supaya hidup tentram secara jasmani dan batin, butuh proses!
Pertanyaannya adalah progres.

Sudah melampaui apa tahapan hari ini?
Dan, rencana.
Apa langkah selanjutnya, pencapaian yang bagaimana musti terwujud pada tahun selanjutnya..



#catatankecil
#lusalembaranbaru
Kamis, 14 juni 2018

Sunday, May 27, 2018

istiqomah

ya tuhan..
allahu ya latief
yang maha lembut

jadikan aku istiqomah
semoga dengan ku sebut nama perempuan manis itu dalam doa
membuatku lebih gembira terhadap rasa syukur

jadikan aku selalu menyebut nama perempuan tinggi semampai dalam perniagaanku di sepertiga malam, bernegosiasi denganmu
lalu, restuilah! kehendaki hingga semesta ikut meridhoi

sampai sepi yang ku pelihara ini,
khatam di puncaknya, nanti

pantaskan aku, secara materi dan akhlak pribadi
agar tak terlalu rendah dipandang, apalagi dalam penglihatanmu

Serumah dengan semut hitam

Aku serumah dengan semut-semut hitam
Malam-malamku malang
Setiap akhir pekanku petang
Tak ada kawan
Bersanding, duduk berbagi cerita

Sisa makananku dipungut puluhan semut
Ampas kopiku direngut semut
Susu putih tanpa tambahan gula dihisapnya
Kubiarkan mereka makan sampai kenyang

Semut dikamarku bermacam-macam
Aku tak tahu nama latinnya
Tetapi banyak

Sunday, November 26, 2017

Tipe Pekerja

 1. Executor
Kamu lebih suka bersinggungan dengan alat kerja daripada harus bekerja di bidang yang menuntutmu akrab dengan orang lain.

2. ‎Thinker
‎Kamu orang yang suka bekerja dengan pekerjaan yang membutuhkan ide, observasi, dan analisa. Kamu tidak akan suka jika disuruh memimpin atau membujuk orang lain.

3. Creator
Tipe ini suka bekerja dengan kreativitas dan imajinasinya serta tidak suka dengan aturan kaku dan terperinci.

4. ‎Savior
Karakter ini suka dengan pekerjaan yang melibatkan proses membantu, menginformasikan, melatih, dan mengembangkan orang lain. Savior tidak suka bekerja dengan data dan angka.

5. ‎Persuader
Persuader sangat suka jika harus membujuk atau memengaruhi orang untuk tujuan organisasi atau ekonomi. Persuader tidak menyukai orang yang terlalu banyak berpikir dan memilih dalam bertindak.

6. ‎Organizer
Organizer sangat cocok bekerja dengan melibatkan data, angka, dan pencatatan. Mereka tidak suka bekerja dengan situasi yang berubah-ubah apalagi jika garis otoritasnya kurang jelas.

Source : Twitter @eccugm
#TipsECC

Tuesday, November 21, 2017

Aku Kangen - W. S. Rendra

Lunglai – Ganas karena bahagia dan sedih, …
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.

Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
Untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.

Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978

Sunday, November 19, 2017

Pantun Jadi-Jadian


Ini pantun jadi-jadian
ditulis karena penat oleh kehidupan
Makin hari makin tidak karuan
benar salah cuma soal kekuasaan
Wong bodo kalah karo wong pinter
Wong pinter kalah karo wong bejo
Wong bejo kalah karo wong nekad
Wong nekad kalah karo wong edan!
Negeri ini suka bercanda
pemimpinnya makin lucu saja
Rakyat diajari taat aturan
pemimpinnya malah ugal-ugalan.
Ada asap ada api,
lumpur panas jangan dianggap mimpi
obral janji ya obral janji
kalau ditagih, jangan dibayar janji lagi!
Ini negeri aneh tapi nyata
penduduknya dua macam saja
Yang satu pontang panting cari kerja
yang satunya ongkang-ongkang nilep uang negara.
Kali ilang kedunge
pasar ilang kumandange
pemimpin ilang wirange
negara ilang regane
Jaman akhir, banyak yang nelangsa
bicara boleh saja, didengar urusan lainnya
Kalau tak percaya, periksa para penguasa
apa kupingnya masih nempel di kepala!

Jangan suka salah sangka
demokrasi bukan rakyat yang kuasa
Kalau hutan dan tambang dijarah seenaknya
memang situ mau apa!
Ling molang maling gemblung
royokan balung gemblung
ling molang maling gemblung
balapan sinting gemblung
Dari Sabang sampai Merauke
berjajar maling-maling
sambung menyambung menjadi satu
namanya pasar maling
Para maling bersekongkol
menyandera masa depan
Nilai diputarbalikkan
jadi saham perdagangan.

(Diambil dari album Orkes Puisi “Bersama Kita Gila” Anis Sholeh Ba’asyin – Sampak GusUran)