Sunday, November 26, 2017

Tipe Pekerja

 1. Executor
Kamu lebih suka bersinggungan dengan alat kerja daripada harus bekerja di bidang yang menuntutmu akrab dengan orang lain.

2. ‎Thinker
‎Kamu orang yang suka bekerja dengan pekerjaan yang membutuhkan ide, observasi, dan analisa. Kamu tidak akan suka jika disuruh memimpin atau membujuk orang lain.

3. Creator
Tipe ini suka bekerja dengan kreativitas dan imajinasinya serta tidak suka dengan aturan kaku dan terperinci.

4. ‎Savior
Karakter ini suka dengan pekerjaan yang melibatkan proses membantu, menginformasikan, melatih, dan mengembangkan orang lain. Savior tidak suka bekerja dengan data dan angka.

5. ‎Persuader
Persuader sangat suka jika harus membujuk atau memengaruhi orang untuk tujuan organisasi atau ekonomi. Persuader tidak menyukai orang yang terlalu banyak berpikir dan memilih dalam bertindak.

6. ‎Organizer
Organizer sangat cocok bekerja dengan melibatkan data, angka, dan pencatatan. Mereka tidak suka bekerja dengan situasi yang berubah-ubah apalagi jika garis otoritasnya kurang jelas.

Source : Twitter @eccugm
#TipsECC

Tuesday, November 21, 2017

Aku Kangen - W. S. Rendra

Lunglai – Ganas karena bahagia dan sedih, …
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.

Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
Untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.

Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978

Sunday, November 19, 2017

Pantun Jadi-Jadian


Ini pantun jadi-jadian
ditulis karena penat oleh kehidupan
Makin hari makin tidak karuan
benar salah cuma soal kekuasaan
Wong bodo kalah karo wong pinter
Wong pinter kalah karo wong bejo
Wong bejo kalah karo wong nekad
Wong nekad kalah karo wong edan!
Negeri ini suka bercanda
pemimpinnya makin lucu saja
Rakyat diajari taat aturan
pemimpinnya malah ugal-ugalan.
Ada asap ada api,
lumpur panas jangan dianggap mimpi
obral janji ya obral janji
kalau ditagih, jangan dibayar janji lagi!
Ini negeri aneh tapi nyata
penduduknya dua macam saja
Yang satu pontang panting cari kerja
yang satunya ongkang-ongkang nilep uang negara.
Kali ilang kedunge
pasar ilang kumandange
pemimpin ilang wirange
negara ilang regane
Jaman akhir, banyak yang nelangsa
bicara boleh saja, didengar urusan lainnya
Kalau tak percaya, periksa para penguasa
apa kupingnya masih nempel di kepala!

Jangan suka salah sangka
demokrasi bukan rakyat yang kuasa
Kalau hutan dan tambang dijarah seenaknya
memang situ mau apa!
Ling molang maling gemblung
royokan balung gemblung
ling molang maling gemblung
balapan sinting gemblung
Dari Sabang sampai Merauke
berjajar maling-maling
sambung menyambung menjadi satu
namanya pasar maling
Para maling bersekongkol
menyandera masa depan
Nilai diputarbalikkan
jadi saham perdagangan.

(Diambil dari album Orkes Puisi “Bersama Kita Gila” Anis Sholeh Ba’asyin – Sampak GusUran)

Thursday, September 21, 2017

Ngopi - Ngobrol Penting Ini Itu

Pernah datang di benak rekanku. Sebut saja "Bunga", tapi dia laki-laki. Awal ngobrol, kami yang lagi ngopi, meski pesenam di Mbak-nya kebanyakan es teh, 'tilangan jadi bahan bahasannya.

Si bunga cerita, dia apes, katanya. Dia ndak salah tapi tetep kena tilang. Dengan alasan lampu utama sepeda motornya cuma nyala sebelah saja, yang kiri mati.

Dia tetap saja 'mengeyel, khas orang kita. Dia bilang, siang hari panas terik begini apakah bakalan ada orang buta yang berkendara? Sehingga tidak bisa melihat sepeda motornya bahkan meski lampu utamanya dimatikan sekalipun. Tidak ada! Jelas. Lalu kenapa Pak Polis bersikukuh menyatakan dirinya bersalah. Peraturan tetaplah peraturan. Pak polis sepertinya masih kurang hati sampai-sampai konsisten terhadap aturan.

Pada akhirnya, biar cepat selesai urusannya, Bunga pun memberi uang 'sogokan. Dengan cinta yang dimilikinya, agaknya dia rela sekaligus tabah bersedekah..

Mengerucut pembicaraan kita. Duri, yang 'lenggah damai disampingku, bilang ...

"Kenapa kok ngga dihapuskan saja polis, dan aparat-aparat yang lainnya. Jadi bebas."

Duri memang tidak kalah berat cintanya kepada manusia. Hingga sampai lancang bicara tanpa pikir.

Hmm...

Ya kali.. 😒 Benar adanya, aku juga setuju.. asalkan ketulusan cinta kita menyamai 👼 malaikat. Tidak memiliki sifat-sifat buruk, yang pasti kita semua tahu apa saja itu.

Tapi apakah bakal menjamin? Bahkan 1 dari 9 manusia yang menyerupai iblis dari 9 manusia yang sama dengan malaikat. Bisa merasuk iblis itu hingga menjadi setengahnya mereka masing-masing malaikat dan iblis. Nafsu dan nurani saling bertolak belakang.

...

Yah.. es tehnya tinggal es-nya saja.. Air tehnya ditelan seperti habisnya waktu untuk bulan tampil sombong di langit yang hitam.

Thursday, August 31, 2017

Sajak 9 Dzulhijah

Yang miskin mengejar kaya
Si kaya bingung memutar uang
Mereka masing-masing mencari bahagia

You do enough
You have enough
You are enough

Time to relax!

Lihatlah luasnya lautan tak bertepi
Pandang daratan dari puncak gunung

Relax... And, if you are done. Stand up than go! 

Tuesday, July 4, 2017

Masih di Momentum Lebaran

Masih terasa kedamaian dari hari ke hari meski waktu cuti tersudahi. Pumpung aroma fitri belum sepenuhnya hilang, ada beberapa hal yang ingin disampaikan namun tak sampai-sampai. Barang kali saja mata lebih pandai mendengar, dari pada telinga yang tidak sampai hati dalam menyimak.

Bismillah,
Dalam paham materialism, bahwa seluruh jagat raya ini hanyalah materi, bahkan manusia hanyalah benda mati, yang kemudian diberikan roh. (Cmiiw). Memang ada beberapa turunan dari paham tersebut yang mempercayai hal metafisika atau diluar nalar, seperti roh, reinkarnasi hidup, karma dll. (Cmiiw).

Tetapi, pelajaran yang dapat dipetik adalah, lantas bagaimana mengurai kufur dan melebihkan bersyukur, jangankan lantaran roh yang masih ikut serta dalam raga, udara yang merupakan materi tak kasat mata namun terasa ini tiada habis-habisnya.

Yang disayangkan yakni, terkadang di momentum Lebaran, saat banyak manusia yang lama tak jumpa, rasanya bahagia meski mungkin hanya sehari dua hari bisa bertegur sapa, berinteraksi membincangkan apa saja. Namun dibalik itu, ada saja terselip hal kecil saling menyombongkan diri, tujuan diplomatis, bahkan politis, meski tidak bekerja dalam pemerintahan. Hhm, ya meskipun, yakin, pasti lebih dominan keceriaannya.

(....)

Berkaitan dengan itu, ada tulisan nyleneh di jejaring media sosial H+ sekian setelah awal syawal, tulisan itu bilang, "Cobalah bayangkan menjadi jalanan, dia hanyalah tanah yang terarah, dibebankan diatasnya aspal hitam, lalu berlalu-lalanglah kendaraan-kendaraan. Dia diinjak-injak, mungkin ada saja yang meludahi" Ya sih, fitrahnya jalan memang begitu. Namun sekali lagi, cobalah, bayangkan fitrah manusia selaku anus jalanan. Bukan merendahkan, namun aspal rela seperti itu, di ikhlas seperti itu, sampai manusia sendiri tidak tau punya berapa dosa akibat menginjak-injaknya. Begitu rendah hati..

Saya berharap, saya bisa rendah hati, bisa menjaga diri, pun siapapun yang membaca dan mendengar tulisan ini.


Saturday, June 24, 2017

Bismillah - Maaf

Saya yakin setiap dari kita, tak pernah berniat menyakiti satu sama lain. Kalaupun iya, mungkin dahulu kita telah menyakiti namun karena tak sengaja.

Rasa sakit hati, alangkah baiknya kita sudahi. Mumpung, dimomentum yang pas. Idul Fitri. Hari kemenangan dan kembali suci.

Maaf lahir dan batin. Dalam arti utuh baik luar maupun dalam. Di seluruh indra maupun pikiran, pun sanubari, semua kembali suci.

Meskipun dendam enggan rela. Ikhlas memeberi (maaf) meski kita sendiri belum dimaafkan, merupakan langkah bijak pertama, jika yang kedua untuk bertemu belum mendapat restu.


Diakhir, saya semogakan, kita benar menang dan suci kembali.

Friday, June 23, 2017

Desir

Desir angin di pekarangan belakang rumah
Aku berada di antara ada dan tiada
Yang nyata dan ghaib
Membisik di telinga, sama seperti aku pernah berada di gunung

Dedaun sorak ramai melambai
Menari seirama, lembut, halus,
Menenangkan dan menakutkan
Aku menikmati gelisah ini
Aku rapuh begitu rapi

Ingin ku abadikan gambaran itu
Namun raga tak kuasa
Melirik apalagi memotret dengan ponsel


Esok saja aku kembali

Hari ini, Perujung ramadhan
23:11WIB. Jumat, 23 Juni 2017

Thursday, June 1, 2017

Menunggu

"Kehilangan" dikutip dari Rudi G

Awal pertemuan merupakan awal kehilangan
Ditakdir bertemu mempunyai maksud tertentu.
Yang pada akhirnya akan tiada,
Entah itu sementara atau selama-lamanya

Menunggu

Tiada untuk selamanya, artinya mati
Meninggalkan dunia

Hakikatnya, disini sekedar mampir minum kopi
Lalu menunggu mati
Tetapi, siapa yang berani mendustai nikmatnya ibadah ngopi?


Sunday, May 7, 2017

Deg-degan

Aku masih ingat,
Aku kaku waktu itu.
Saat kamu memandangku hikmat,
Tajam tanpa satu kedipan.
Sampai-sampai, ucapanku nglawur.
Aku berhenti bicara.
Dan, satu per sekian detik,
Kita saling menatap, menangkap kedua bola mata.
Ada yang tak biasa.
Mungkin kamu juga rasa.
Aku hanya memandang bibirmu bergerak. Coba memecah kebuntuan.
Sayangnya, aku tidak memperhatikan,
Dan bodoh,
Penuh angan-angan.
Kamu pun diam tiba-tiba.
Tersenyum kemudian, melihat mimik wajahku yang kaget, terbangun dari lamunan.
Dalam hati mungkin kamu bertanya, "Hayo, melamunkan apa?"
Bukan, singkat jawabku.
Tapi kamu tetap tersenyum, malah tertawa..

Friday, May 5, 2017

Sabar

Fotonya nyentrik men..
Emang, orang yg lagi sabar kudu kayak 'radiator.
Ndinginin mesin yang panas.
Biar ndak overheat.
Biar mesin lagi ndak panas,
Radiator tetep jalan.
Artinya kudu sabar terus,
Meski ndak panas situasi kondisinya, pun psikis diri.
Ndak sabar, ya bar, bubar.
Nyeket, mesin jebol.. 😄

Thursday, May 4, 2017

Bulan

Bulanku masih bersinar.
Di tengah malam menuju pagi, dini hari..
Meski tidak sempurna,
Sinarnya menerangi jiwa.

Bulanku masih bersinar.
Menemani malamku,
Di pinggir jalanan mulai sepi..

Bulanku tetaplah bersinar,
Hingga menjelang pagi,
Digantikan fajar dengan aroma subuh sebelumnya.
Bulan..

Sunday, April 30, 2017

Kepribadian Ganda

 Apakah benar bahwa setiap dari manusia hanya memiliki satu kepibadian? Atau bahkan lebih dari satu? Hingga puluhan?
***
Seseorang pernah berkata, “Orang tua adalah anak kecil yang malu, sok membawa kehormatan untuk melakukan hal-hal yang dianggap nyleneh alias kekanak-kanakan.”. dari ungkapan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa orang tua atau manusia dewasa beranggapan bahwa mereka sudah pernah menjalani pahit manis kehidupan, mereka telah berpengalaman dijalan ini ( : hidup). Padahal, bisa saja orang tua atau manusia dewasa melakukan tindakan yang selayaknya hanya dilakukan oleh anak kecil dalam kondisi dan situasi yang sepi. Atau justru ada kepribadian lain yang memainkan peran terhadap tubuh orang tua atau manusia dewasa tersebut.
***
Pertanyaan selanjutnya, apakah kedewasaan merupakan pencapaian dari suatu kepribadian?
***
Lalu, bagaimana awal kemunculan kepribadian ganda? Apakah dari tokoh-tokoh yang dikagumi yang dibaca lewat komik, atau buku biografi, mungkin saja tokoh khayalan dalam imajinasi?
***
Bagaimana penjelasan dari seseorang yang sedari pagi bertingkah, baik tindakan maupun tutur kata, selayaknya orang tua. Dalam arti, orang tersebut penuh dengan wibawa, setiap ucapnya tidak sedikitpun tanpa makna. Tetapi, dimalam hari orang tersebut bertingkah aneh, dia kemudian kehilangan ketenangannya, berprilaku lebih enerjik, penuh aksi, bicara tanpa berhenti. Apakah perubahan seperti itu hanya sekedar disebabkan oleh suasana hati atau mood? Atau inikah yang disebut dengan kepribadian ganda?
***
Dan. Apakah hanya orang yang mendekati ‘dewa, yang mampu mengontrol emosi, kejiwaan, ketenangan batin dan sebagainya tentang psikis adalah orang yang dikatakan memiliki kepribadian tunggal?
***
What’s your answers?

Thursday, April 13, 2017

Lelaki Sendiri

Di gerbong kereta kala itu. Aku sendiri dibelakang pintu, yang sedikit terbuka.

Ada yang berbeda. Suara laju kereta. Tiupan angin. Hingga sesuatu membangunkanku dari lamunan.

Gerbongnya bergonjang. Lantas, aku berdiri dan kembali pada kursiku semula.

Terasa tak seperti biasanya. Kereta berjalan lambat. Tak sampai-sampai. Sampai ku jenuh.

Aku berdiri lagi dari kursi. Melangkah membelakangi. Menuju gerbong kantin. Untuk memesan segelas kopi.

Kopi ini ku jaga. Padahal aku memesannya hangat. Karena alasan kurang pas jika tanpa rokok. Aku mengempatnya.

Pas! Belum juga keburu dingin. Kereta berhenti. Masinis beristirahat, mungkin dia makan malam. Ku seduh saja kopi di tangan.

20 menit berlalu. Himbauan kembali masuk ke dalam gerbong, menggema seantero stasiun. Aku masuk.

Perjalanan kurang lebih, 3-4 jam lagi. Ini sudah setengah jalan. Aku hanya memandangi dibalik jendela.

Hingga waktu pun berlalu. Akhirnya tiba juga.

2 tahun yang lalu.

Monday, April 3, 2017

Sudah...

Aku telah sudah
Jangan panggil
Tak perlu sebut

Besok itu susah
Beberapa kali. Tak sampai hitung jari,
Hadir temu

Sudah
Jangan diungkit
Nanti sakit

Terus saja jalan
Perlahan pun lupa
Sudah, ya...

Thursday, March 23, 2017

Ruang Di Dalam Gitar

22:24, 23 Maret 2017
Seperti gedung orkestra,
Ruang di dalam gitar.
Mungkin suaraku menggema
Seperti di ujung tebing

Seperti lampu berjalan,
Sinar dari lubang gitar.
Mungkin aku dapati riuh tepuk tangan,
Penonton masing-masing bersama kekasihnya.

Wednesday, February 22, 2017

Chord Kunci Gitar Tipe-X - Mawar Hitam

Intro : Am Em Am Em
        Am Em Am Em

      Am
Luka itu memang terlalu berat untukmu
Terlalu keras untuk Kau rasakan
    Em
Tak seperti, keinginan dan harapan
                 Am
Yang selalu kau impikan
     Am
Kau inginkan, kau khayalkan
                    Em
Dan kau bayangkan dulu
                     Am
Mestinya kau sadari itu
bukan penyesalan yang ada di hati
saat kau yakinkan diri untuk pergi
Em
coba hadapi semua ini sendiri

F
dan ternyata keyakinan
                      C       C-Bm-Am-G
tak cukup mampu untuk melawan..
F
Kau pun tak mampu bertahan
                     G
kini Kau mawar penghias malam..

Chorus 1 :
    C                   G
kau mawar hitam harummu kepedihan
    Dm                     G
kau arungi waktu di setiap belukar

Am
tapi tetap saja hitam
meski air mata darah kau curahkan
Em
berat hati rindukan jalan terbaik
untuk tetap berdiri
Am                             Em
penyesalan memang selalu menakutkan
tapi itu kenyataan

Int. : Am Em Am Em
     
Am             Em
wooo.. wooo... woooo... Nanana nanana
Am             Em
wooo.. wooo... woooo... Nanana nanana

F
dan ternyata keyakinan
                      C       C-Bm-Am-G
tak cukup mampu untuk melawan..
F
Kau pun tak mampu bertahan
                     G
kini Kau mawar penghias malam..

Chorus 2 :
    C                   G
Kau mawar hitam harummu kepedihan
    Dm                     G
Kau arungi waktu di setiap belukar
   C                      G
jangan menangis meski Kau sesali
    Dm                        G
singkirkan semua bila tak kau inginkan

Outro : Am...

Via : http://www.chordmudah.com/2016/01/tipe-x-mawar-hitam.html

Tuesday, January 31, 2017

Kebencian

Memang semua salahku, mengapa dulu harus memilih. Jika tidak mampu berkomitmen. Namun, aku tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Saat dulu aku begitu jatuh dilubang yang sangat dalam, ..., seperti, aku hanya dipermainkan saja. Betapa hatiku kecewa. Kemudian hal yang paling menyakitkan ... ..., Bahkan aku tak mau mengingat-ingat kembali. Bahkan kau minta aku untuk pergi, setelah itu, kau mimta aku untuk kembali.

Memang dalam beberapa kasus sebelumnya, kaulah pahlawan wanita bak raden ayu dari keraton atau, ksatria wanita dari kerajaan. Menolong dengan sepenuh cinta. Dengan air mata disebelah matamu yang kanan, dan dengan penuh keceriaan dimatamu yang kiri.

Dan sekarang. Aku sudah baik-baik saja. Aku sedikit sekali berbicara. Bahkan tulisan ini lantaran aku sangkin muaknya. Beberapa kali aku dijatuhkan lewat sindiran kalimat-kalimatmu. Jangankan untuk bertemu, melihatmu dari kejauhanpun aku lari terbincing-bincing lalu mengumpat.

Jika dengan menyindir bisa membuat bahagiamu, lakukanlah. Maka kebencian sepuluh kali lipat digandakan.

Fix, lu brengsek!

Tuesday, January 17, 2017

Hilang (sementara)

Aku sedang bersembunyi...
Dari sisa hujan kemarin sore
Dari dingin gelap malam, beberapa jam yang lalu

Aku mengasingkan diri dan terasingkan
Hilang ditenggak fajar yang masih mendung

Namun, aku belum juga tertidur
Terjaga entah sampai kapan
Entah sampai kapan enggan berdiri kembali

Tenang, masih ada sedikit kopi dicangkir kecil
Dan tiga batang rokok!
Persediaan saat hilang ...

#undefined